Monday, November 2, 2015

TEORI TRANSACTIONAL ANALYSIS

Assalammualikum dan selamat pagi....

Tahun 2015 rasanya kejap sahaja berlalu....tiba-tiba bila teringat hendak menjengah blog baru terperasan rupanya dalam tahun 2015 ini baru satu artikel dikeluarkan. Kesibukkan menghalang saya untuk bergiat aktif semula dalam dunia bloging... rindu rasanya saat-saat boleh berkongsi apa sahaja cerita di dalam blog. Bila la agaknya dapat menjadikan diri ini rajin mengeluarkan artikel sehari satu artikel hahahhaah...so tanpa melenggahkan masa saya sebenarnya nak membuat sedikit pencerahan berkaitan tajuk post yang hendak saya bincangkan...ini memandangkan baru-baru ni mendapat pangilan dari seorang rakan semasa saya bertugas di Jabatan Kebajikan Masyarakat Daerah Mersing dahulu...Post ini khas untu En Rafi yang sedang melanjutkan pelajaran dan hendak tahu dengan lebih lanjut berkaitan dengan teori berkaitan iatu "Teori Transactional Analysis" 


Konsep Dasar Transactional Analysis (TA)
Transactional analysis (TA), merupakan salah satu teori kognitif , dikembangkan oleh Eric Berne pada awal tahun 1960. Teori ini menjadi terkenal setelah penerbitan dua buku terlaris: Berne’s Games People Play (1964) dan Thomas Harris’s I’m OK; You’re OK (1967).
Eric Berne lahir pada tahun 1910 di Montreal, Kanada, di mana Ayahnya adalah seorang dokter dan ibunya adalah seorang penulis dan editor. Merupakan sebahagian dari pelatihan analisisnya yang diawasi oleh Erik Erikson. Kemudian ia membuat penelitian di rumahnya pada tahun 1950 dengan analisis dan prektikal yang berjadual. Pada tahun 1950, Berne di tolak untuk keanggotaan dalam Psychoanalytic Institute dan kemudian beliau mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan diri dari psikoanalisis dan mengembangkan transactional analysis secara bersendiri. kebanyakkan dasar teori ini dipengaruhi oleh Adler ..Life style (Adler), Life script (Berne). Inferioriti (Adler, I am not Ok (Berne). Kaunselor atau terapist lebih kepada guru dan Klien lebih kepada pelajar (Corsini, 1977). 

Dusay (1977) menjelaskan methode utama TA dalam empat fasa iatu :
·         Structural analysis: Pemahaman apa yang terjadi dalam diri individu
·         Transactional analysis: Menggambarkan apa yang terjadi antara dua orang atau lebih
·         Game analysis: Memahami transaksi antara individu yang mengarah pada perasaan buruk
·         Script analysis: Memahami rencana hidup seseorang

Structural Analysis
Dalam analisis ini, setiap orang dianggap memiliki tiga fungsi ego: anak-anak, orang tua, orang dewasa. Berne mendefinisikan keadaan ego sebagai ”pola konsisten dari perasaan dan pengalaman yang berkaitan langsung dengan pola konsisten suatu perilaku”.


The child ego state adalah perkembangan yang pertama. Ini merupakan bahagian dari keperibadian yang ditandai dengan keanak-anakan. Perilaku anak kecil yang menggambarkan rasa ingin tahu, egois, mudah mennangis. Keadaan ego anak terdiri dari dua subdivide: sifat kekanak-kanakan dan anak adaptif
The natural child adalah bahagian dari orang yang spontan, impulsif, masih berorientasi, dan sering egois dan bersenag-senang. Sifat anak-anak ini juga intuitif, kreatif, dan responsif terhadap nonverbal.
The adaptive child adalah bahagian dari keperibadian yang sesuai dengan keinginan dan tuntutan dari pandangan orang tua.
The parent ego state menggabungkan sikap dan perilaku dari orang tua.
The nurturing parent adalah bahagian dari kegembiraan,pujian.
The adult ego state tidak terbagi atau terkait dengan usia seseorang.
Cara kedua untuk memahami dan memprediksi perilaku manusia meliputi diagram transaksi ego-state. Diagram dari analisis transaksional adalah interpersonal, berbeda dengan diagram intrapersonal dari analisis struktural. Transaksi dapat terjadi pada satu dari tiga tingkatan: complementary(Komplementer), crossed(Silang) , or ulterior (Tersembunyi).
Game Analysis
Permainan adalah transaksi motivasi tersembunyi yang muncul sebagai pelengkap di awal tetapi berakhir dengan perasaan buruk. Seseorang bermain permainan untuk menyusun waktu, mendapatkan pengakuan, membuat ramalan lainnya. Ada tingkat pertama, tingkat kedua, dan tingkat ketiga dalam permainan.
-          Tingkat pertama permainan adalah permainan yang dimainkan dikalangan sosial dengan siapapun yang bersedia mengambil bahagian.
-          Tingkat kedua permainan terjadi apabila permainan lebih serius, biasanya di gunakan dikalangan yang lebih akrab.
-          Tingkat ketiga permainan biasanya meliputi kerosakkan jaringan (Pemikiran Negatif), dan para pemain berakhir di penjara, hospital atau kamar mayat.

Script Analysis
Berne percaya bahawa setiap orang membuat senario kehidupan, atau rencana hidup, di awal masa kanak-kanak pada usia 5 tahun, senario ini yang menentukan bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain berdasarkan interpretasi dari peristiwa eksternal. Pesan-pesan positif yang diberikan untuk anak sebagai hak akses dan tidak membatasi orang dengan cara apapun. Pesan negative lebih kuat dan dapat menjadi dasar untuk merosakkan senario.
Berikut menunjukkan beberapa pola script negatif yang umum:
·         Never scripts: seseorang tidak pernah mendapatkan apa yang ia inginkan kerana dilarang orang tuanya. (“menikah itu buruk, jangan pernah menikah”). 
·         Until scripts: seseorang harus menunggu sampai waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu sebelum dia mendapatkan reward (hadiah) (“kamu tidak boleh bermain hingga pekerjaan kamu selesai”). 
·         Always scripts: seseorang mengatakan kepadanya bahwa sangat penting untuk menyudahkan sesuatu pekerjaan yang sama hingga selesai (“kamu  sebaiknya selalu menyiapkan pekerjaan yang telah kamu mulai”). 
·         After scripts: seseorang mengira akan mengalami kesulitan setelah masa tertentu (“setelah usia 40, hidup akan menurun”). 
·         Open-ended scripts: seseorang tidak tahu apa yang harus ia lakukan setelah mengorbankan waktu (“bekerja keraslah ketika kamu masih muda”). 
            Terdapat pula miniscripts dalam hidup seseorang yang fokus pada “minute by minute occurances”. Beberapa miniscripts yang umum adalah “be perfect,” “be strong,” “hurry up,” “try hard,” “please someone.” Kelima perintah ini disebut drives (dorongan), memberikan jalan keluar naskah hidup mereka, tetapi hanya sementara.
            Naskah hidup yang ideal dalam istilah TA adalah diinformasikan oleh keadaan “saya OK, kamu OK” (mendapatkannya dengan keadaan) (Harris, 1967). Tetapi orang bisa menjalankan 3 keadaan untuk perkembangan personaliti : saya OK
menurut "Healthy parenting practices"
  •  individu yang mampu berpandang "self positif"  apabila perkembangan melalui (I am OK) dan orang lain (you are OK). 
  • "Negative parenting practices" akan membentu individu lebih kepada (I am not OK) dan (you are not OK). 
  • "Normal personality development" akan mengekalkan pandangan positif (I am OK, you are OK) 
Jenis-jenis transaksi : 
Transaksi merupakan inti dari konsep AT. Istilah transaksi sebenarnya adalah istilah yang sering dipergunakan dalam lapangan komunikasi. Sesuai dengan teori ini, transaksi diertikan sebagai hubungan stimulus respons atau duaego state. Transaksi akan terjadi bila seseorang (A) memberikan rangsangan (stimulus) kepada orang lain (B), B memberi respons dan pada gilirannya respons B itu menjadi stimulus bagi A dan begitu seterusnya.
Menurut Berne, transaksi itu terjalin antar ego state. Kalau dua orang berada pada suatu ruangan, berarti pertemuannya 6 ego state. Dari sudut ego state ini, Berne mengemukakan adanya 3 macam, yaitu transaksi yang bersifat Complementary (Komplementer), Crossed (Silang), dan Ulterior (Tersamar atau sembunyi).
1.    Transaksi Komplementer (Complementary Transactions)adalah transaksi yang arah transaksi stimulus-responsnya konsisten. Dengan kata lain, Transaksi Komplementer adalah transaksi antar dua ego state yang sama, seperti P dengan P, A dengan A, atau C dengan C. Contoh transaksi P-P lihatlah orang yang tengah bertengkar atau membuat diskusi masalah dunia. Contoh A-A seperti seminar atau berbicara tentang pekerjaan. Contoh C-C orang bercinta atau bersenang-senang bersama. Ada Sembilan kemungkinan jenis transaksi komplementer (PP,PA,PC,AP,AA,AC,CP,CA,CC). Aturan pertama komunikasi Berne adalah bahwa komunikasi akan berjalan dengan baik selama transaksinya berkerjasama.
2.    Transaksi Silang (Crossed Transaction) merupakan transaksi antar dua ego state yang berbeza. Respons transaksionalnya (a) datang dari ego state yang berbeza dengan ego state yang dituju, dan/atau (b) mengarah ke ego state yang tidak mengirimkan stimulus awalnya. Ada 72 kemungkinan jenis transaksi menyilang, namun hanya beberapa yang sering terjadi, misalnya P–A (ujian skripsi), P–C (guru di kelas), dan A–C (doktor - pesakit).
3.    Transaksi tersamar atau sembunyi  (Ulterior) adalah transaksi antara dua ego namun terjadinya transaksi satu/dua ego lain yang tidak kelihatan atau tertutup, namun dirasakan oleh orang yang melakukannya. Cara lain untuk melihat ini adalah di kalangan interaksi manusia, ada agenda sosial psikologis maupun sosial yang mempengaruhinya. Transaksi yang tak kelihatan itu mengandung kesan psikologis. Transaksi ini dapat terjadi dalam situas sehari-hari seperti ketika seorang jurujual mengatakan kepada seseorang pembeli: “Mungkin Anda semestinya tidak membeli barangan yang indah dan mahal itu”, sementara pesan psikologinya adalah “Ayolah, aku ingin kau membelinya”. Ataupun dari keadaan dalam keluarga, Ayah memarahi anak atas beberapa kesalahan namun ibu menyebelahi anak dengan menegur bapa supaya tidak memarahi anak. Disini kefungsiaan bapa telah hilang dan tersembunyi peranan ibu yang menghalang psikologi bapa dari menegur anak.
Dari ketiga macam transaksi tersebut diatas, maka transaksi yang baik adalah transaksi antara ego state Dewasa (Adult) dengan Dewasa (Adult), kerana lebih bersifat realiti dan logik.

Teknik dalam pendekatan TA
            TA telah menginisiasi sejumlah teknik untuk membantu klien mencapai tujuannya. Diantaranya yang umum adalah analisis struktural, analisis transaksional, analisis  permainan, dan analisis script. Beberapa teknik lain diantaranya:
·         Treatment contract – secara spesifik, secara asasnya kontrak menekankan pada persetujuan atas tanggung jawab untuk kaunselor dan klien (Dusay & Dusay, 1989). Dari kontrak tersebut akan diketahui bila tujuan kaunseling akan tercapai. Beberapa pendekatan perilaku yang  digunakan juga tersenarai dalam kontrak. 
·         Interrogation – meliputi berbicara kepada kedudukan ego dewasa klien hingga kaunselor menerima respon dewasa. Tekniknya kadang kala jadi sangat konfrantatif. Jika tidak digunakan dengan tepat, interogasi menjadi tidak efektif dan hanya menjadi bahan cerita. 
·         Specification – identifikasi terhadap kedudukan ego yang mempunyai transaksi. Spesifikasi dimulai dari kedudukan ego dewasa antara klien dan kaunselor. (klien bertanggungjawab terhadap tingkah lakunya) 
·         Confrontation – meliputi kaunselor menitikberatkan pada perilaku dan perbicaraan klien. Penggunaan  TA pada teknik ini lebih kurang sama dipakai pada teori lain.  
·         Explanation –  terjadi pada level kedudukan ego dewasa. Kaunselor menperihalkan kepada klien mengenai aspek-aspek TA. 
·         Illustration – menjelaskan pada klien atau menguraikan intinya. Memberikan ilustrasi maksudnya adalah menceritakan secara humoris terhadap klien dalam kedudukan egonya seperti anak-anak maupun orang dewasa. (memberi contoh-contoh yang bermakna daripada sesi ini)
·         Confirmation – digunakan ketika melakukan modifikasi perilaku kembali dan maksud kaunselor sampai pada klien. Teknik ini hanya efektif jika klien memperlihatkan ego dewasa yang kuat. 
·         Interpretation – mencakup kaunselor menjelaskan kepada ego anak-anak klien mengenai alasan perilaku klien. Teknik ini merupakan prosedur utama dari psikodinamika dan hanya digunakan ketika klien memiliki kedudukan ego dewasa yang berfungsi secara efektif. (Bantu Klien memahami persepsi pengalaman lalu)
·         Cristallization – terdiri dari transaksi dewasa kepada dewasa dimana klien menjadi peduli bahwa bermain game individual dapat memberikan apa yang ia inginkan. Jadi, klien bebas melakukan sesuai pilihannya, dan proses TA telah sempurna. (komunikasi Adult to Adult)

Kelemahan TA

Disamping analisis dan ajaran Berne ini, yang telah berhasil mewujudkan teori-teori komunikasi kelapangan psikologi, bukanlah bererti teori ini tidak mempunyai kelemahan, banyak kritik dilontarkan pada AT, diantaranya :

  •      Kurang Efisen terhadap Kontrak Treatment
AT mengharapkan, kontrak treatment antara kaunselor-klien harus terjadi antara status ego Dewasa-dewasa. Maknanya  menghendaki klien mengikat kontrak secara realiti, sebagai orang yang memerlukan pertolongan.
Tetapi dalam kenyataannya, cukup banyak ditemui bahwa klien yang punya anggapan negetif terhadap dirinya, atau tidak realistik. Kerana itu, menyukarkan tercapainya kontrak, disebabkan tidak dapat mengungkapkan tujuan apa yang sebenarnya diinginkannya. Sehingga memerlukan beberapa kali pertemuan. Hal semacam ini dianggap tidak efisen dalam pelaksanaannya.
  •      Subjektif dalam Menafsirkan Status Ego
Apakah ungkapan klien termasuk status Ego Orang tua, Dewasa, atau Anak-anak merupakan penilaian yang subjektif. Mungkin dalam hal yang ekstrim tidak ada perbezaan dalam menafsirkannya. Tapi bila pernyataan itu mendekati dua macam status ego akan sulit ditafsirkan, dan mungkin berbeza antara orang yang satu dengan yang lainnya. Kesalahan atau perbezaan dalam menafsirkan status ego ini telah dibuktikan oleh Thomson dalam Dusay (Corsini, 1984) yang telah merakam suatu wawancara kaunseling, kepada kaunselor-kaunselor AT disuruh menganalisis wawancara itu dari 3 macam status ego. Hasilnya memperlihatkan adanya perbezaan penafsiran diantara kaunselor-kaunselor tadi
Di pihak lain error dari pihak klien mungkin pula muncul ke permukaan. Secepat ia memasuki ruangan kaunseling secepat itu pula terjadi perubahan pola komunikasinya. Interaksinya diluar ruangan kaunseling tidak sama dengan didalam ruangan kaunseling. Bisa diluar lebih baik dengan menampilkan status ego dewasa, tapi di dalam ruangan kaunseling lebih banyak menampilakan status ego Anak-anak.
Latar belakang kebudayaan serta bahasa sangat mempengaruhi pemahaman mengenai status ego ini. Kerana itu analisis terhadap status ego ini bila antara kaunselor dengan klien punya latar belakang kebudayaan dan bahasa yang sama. Dan adalah sangat sulit terciptanya penafsiran yang sama pada masyarakat yang punya strata sosial berbeza. Perbezaan dalam memahami status ego ini, menyebabkan sulitnya kesamaan dalam menentukan status ego klien.
  •       Kurang Petunjuk Mengenai Tingkah laku Kaunselor
Bagi orang yang ingin mempraktikkan AT ini perlu petunjuk bagaimana menganalisis transaksi itu secara tepat dan berkesan. Termasuk persoalan bentuk-bentuk responsnya, dan konten dari ungkapan klien. Mungkin di atas telah disebutkan adanya analisis struktur, permainan, Skrip dengan penggunaan beberapa teknik, namun teknik mana yang dipakai dalam menganalisis itu tidak / belum dikembangkan secara khusus dalam teori AT ini. Kerana belum adanya petunjuk khusus ini, orang menganggap AT kurang terperinci, dan tidak ada petunjukanya.



2 Comments:

siti hazreen said...

wah, dah lama tak baca pasal teori kaunseling, terima kasih, boleh buat ulangkaji di sini

ZUHANIF said...

hahahaha rin aku pun ulangkaji semula sebelum keluarkan artikal ni sbb kita kan tak guna sangat teori ni huhuhu.